Bila Kita tidak dapat meraih cinta orang yang kita cintai,,,Raihlah dia dalam bait- bait do'a..
Tujuh tahun saya mengenal dia.. Dialah laki-laki pertama yang membuat saya ingin menjadi lebih baik sampai saat ini. Mungkin saat ini dia lupa atau mungkin iu bukan hal yang istimewa baginya...
Perkenalan kami saat itu memang sudah suratan takdir Allah.. Setelah lulus SMA saya bekerja di sebuah perusahaan swasta. ada nomor yang tidak saya kenal menelpon saya. orang tersebut menanyakan apa benar saya adalah DIA(nama seseorang) saya jawab bukan. saya FITRI. Saya tanya kembali siapa namanya, dia menjawab ARIS. Saya pikir ini salah sambung, lagipula ARIS dari nada tlp cukup sinis.Cukup sudah perkenalan kami begitu saja.
Beberapa hari kemudian, teman saya tlp, dia bilang "saya punya teman chatting namanya ARIS, saya isengin dia dengan kasih nomor tlp. lalu saya kasih no tlp kamu. Nanti kamu kalo ditanya bilang aja nama kamu DIA, ok". Saya teringat, jangan jangan aris yang kemarin itu.
Tahun 2008 kalau tidak salah, aris menelpon lagi. dia bilang dia dari madura akan kuliah di TELKOM. dari situ perkenalan kami semangkin akrab. walau kami belum pernah bertemu tapi, komunikasi kami baik,, bahkan sangat baik.kami saling mengingatkan sholat wajib, sholat tahajud. bahkan, saat bulan puasa kami saling mengingatkan sahur, berbuka,. walau kami belum bertemu tapi saya merasa sangat nyaman.
Setelah cukup lama kenal kami sepakat untuk saling tukar foto, saat itu masih musim MMS. saat itu saya belum berjilbab. mungkin dia lupa, atau mungkin tidak ingat sama sekali. saya sempat memanggil dia BEE dan dia memanggil saya RABBIT (saya lupa apa alasan panggilan kami). komunikasi kami semakin lama-semakin baik. saat itu saya tinggal di perumahan komplek militer,, ya kaena ayah saya seorang TNI, dia saat itu kost tidak jauh dari tempat saya tinggal. Beberapa kali kami sempat sepakat untuk bertemu, sudah setahun kalau tidak salah kami kenal dan tahu masing-masing tapi belum pernah bertemu. tapi rencana itu masih belum sempat terwujud.
Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di bidang jasa car wash mobil. tepat tanggal 6 mei adalah hari dimana saya bertambah usia. Waktu itu di tempat saya bekerja, teman saya datang menghampiri saya dengan membawa dus berisi kue tart dia bilang " ini ada kue dari laki-laki memakai baju merah katanya untuk FITRI". saya terima kue nya sambil bertanya siapa dia ya yang kirim kue ini. ketika saya tanya dimana orang yang mengirim kue ini. teman saya bilang dia pergi. Lalu ada telepondari ARIS, bia bilang " FIT, kamu udah terima kue bolunya, selamat ulang tahun ya. Silakan dimakan dengan teman-teman". Sungguh saya terkejut bagaimana mungkin orang yang belum pernah bertemu dengan saya bisa ingat dan memberikan ini, saya SMS dia" ARIS berarti kamu sudah lihat saya??", dia jawab " Ia, kamu pakai baju.....".Benar saja apa yang dia katakan, mata saya melihat sekeliling berharap bisa melihat dia. Saat saya tlp dan ingin bertemu, " dia bilang belum waktunya bertemu. dia sempat bilang, kamu lebih cantik kalo pakai jilbab". kata-kata itu membuat hati saya berdegup kencang. Saat itu pula saya dalam setiap sholat menyebut dia salam doa saya.
Walau saya tidak berjilbab saat itu tapi tidak ada satupun laki-laki yang dekat dengan saya (dalam arti pacaran). saat itu saya berdoa semoga orang ini adalah jodoh saya.
Entah di tahun berikutnya atau di tahun di bulan puasa, saya selalu sholat taraweh di masjid yang ternyata ARIS pun suka sholat disana katanya. kami sepakat bertemu saat itu. dalam doa saya" saya belum pernah seperti ini sebelumnya, dia adalah laki-laki pertama yang saya temui, semoga dia memang laki-laki baik. sepulang taraweh kami sepakat bertemu di GRIYA (sebuah toserba yang cukup besar dekat masjid dimana kami taraweh). saya diantar adik saya, saat akan bertemu dengan dia, dan menunggu dia di parkiran GRIYA, hati saya berdegup kencang sekali. Dan akhirnya kami bertemu, masyaallah sungguh saya malu. seumur hidup saya ini kali pertama saya bertemu atau janjian dengan laki-laki. pertemuan pertama kami, singkat. tapi itu sangat berkesan bagi saya.
Setelah bertemu saya berfikir mana mungkin dia mau ketemu lagi dengan saya, dia anak kuliahan yang terlihat pintar, sedang saya cuma seorang pekerja carwash. saat itu saya hanya berdoa jangan Engkau getarkan lagi hati ini untuknya jika memang dia akan membuat saya menangis.,,.
Silturahmi kami baik-baik saja. Tapi, saya pikir pertemuan pertama itu pertemuan terakhir kami. ternyata dia menghubungi saya lagi untuk bertemu kembali untuk temani dia cari buku di togamas (toko penjualan buku). Saya sanagt senang, dan bersyukur Allah membuat saya tersenyum lagi. dia menunggu saya di depan gerbang tempat kerja saya. dan kami pergi ke togamas. Selama perjalanan kami ngobrol biasa, tapi sungguh ini membuat hati saya berdegup. Da sangat menjaga dan menghargai sekali perempuan. katena togamas tutp, kami putuskan untuk pulang, sebelumnya kami pulang ke rumah masing-masing dia mengajakku makan, yah makan masakah padang. hehe... lalu saat akan pulang dia bilang, dia akan mengantarkan saya pulang sampai rumah. saya bilang ga usah karena kita jalan kaki kalau dia antar saya nanti pasti jauh untuk ke kostannya. tapi dan akhirnya dia antar saya pulang dengan alasan perempuan malam-malam. dia antar saya sampai depan rumah.
Dalam sholat saya berdoa, apakah dia ini yang lagi-lagi menggetarkan hati saya, yang kelak jadi jodoh saya nanti. saya memang belum memikirkan untuk menikah saat itu usia saya juga baru 19 tahun. hanya memang ini pertama kalinya saya membuka diri.dan saya juga tahu akhirnya nama dia bukan ARIS tapi ANIS,, hehe...
itu pertemuan kedua kami. pertemuan ketiga kami yaitu saat saya ajak dia ke undanga pernikahan teman saya. saat itu dia datang ke ruma saya, karena undangannya cukup jauh, jadi saya minta tolong antar ke dia dengan pakai motor saya. . saat perjalanan pergi, kami sempat diam di belakang gasibu karena kami konvoi dengan teman2 saya, sambil menunggu teman saya yang masih di belakang, saya sempat bertanya, ANIS kalau sudah lulus mau kerja dimana? dia jawab " saya mau kerja di perusahaan minyak (sambil menunjuk ke kantor pertamina), trus beli rumah di bandung biar keluarga saya saya bawa. mau beli rumah beserta isinya jadi kalo punya istri udah tenang. tunggui ya FIT". saya bilang" iya, amin..". dalam hati (sungguh saya memilih dia) walaupun dia bukan apa2, ANIS laki-laki baik. dan tapi kami tidak sampai tujuan karena dia sebagai perantau tidak terlalu hafal jalan dan saya sebagai prbumi yang gak pernah main juga g hafal jalan. Mungkin dia kesal karena tidak jelas dan tidak sampai tujuan.
Itu pertemuan ketiga kami, setelah itu kami tidak lagi betemu, karena ANIS pindah kampus TELKOM di bojongsoang dan saya pun disibukkan bekerja karena saya ingin melanjutkan kuliah.
selama kami tidak bertemu saya selalu menyisipkan dia dalam doa saya, semoga Allah mempertemukan kami lagi disuatu saat nanti jika dia memang jodoh saya jika tidak janganlah hati saya terus digetarkan, janganlah saya mengingat-ingat dia dan gantikan dia dengan yang lain yang lebih baik.. Alhamdulillah selama kami tidak bertemu silaturahim kami tetap baik. Ayah saya meninggal, saya pindah ke rumah kakak dari Almh Ibu saya, saya pindah kerja dari perusahaan Carwash ke lembaga pendidikan komputer sebagai pengajar , lau pindah kerja lagi ke Sekolah Dasar Negeri di kota Bandung dan melanjutkan kuliah sampai sekarang. Sedangkan ANIS, dia menjalani kuliahnya dan dia lulus lalu bekerja di perusahaan Petrol Kimia di Jakarta.
Dan sekarang di tahun 2015 ini. Usia saya sudah 26 tapi hati ini masih memilih dia, masih menyebutkan dia dalam doa saya, masih ingat dia dan masih menginginkan berharap dia adalah jodoh saya. saya sholat malam, menangis berharap Allah memberikan jodoh terbaiknya. dan ANIS kembali terlintas. Maka beberapa kali saya ajak dia untuk ketemu. tapi memang susah dengan kondisi jarak kami yang sangat jauh. Samapi akhirnya kami bertemu di sebuah Mall. Metro Indah Mall di kota Bandung. sehari sebelum bertemu saya bertemu, saya sempat sholat malam "jika dia memang bukan pilihan saya yang terbaik gagalkanlah pertemuah kami besok bagaimana pun caranya lalu gantikan dia dengan yang lebih baik. Sunggu ANIS tidak tahu bahwa saya memilihnya sejak 7 tahun yang lalu sejak kami belum bertemu hanya komunikasi via tlp. Sungguh saya tidak melihat apa yang ada pada dirinya. Sungguh pribadi dan dan keimanan kami yang membuat saya memilih dia, Sungguh Engkau ya Allah yang menyisipkan rasa cinta ini. Jarak jauh ni membuat saya tidak bisa bertemu dengan dia, dan belajar terus untuk memperbaiki diri, walau diri ini masih sangat jauh dari baik apalagi sempurna. Akhirnya kami bertemu di foodcourt MIM. Dia dengan sepupunya dan saya dengan teman saya. Saat pertama kali melihat dia, sebenarnya ingin menangis, dalam hati " ya Allah apakah ini jawaban dari doa saya selama ini atau apa?". kami tidak banyak bicara untuk saling lihat saja tidak, saya lebih banyak bicara dengan sepupunya. pertemuan ke empat kami yang cukup berkesan dan cukup singkat.
Sekarang, saya juga bersilaturahim lagi dengan teman ANIS, TOFIK,, dia teman yang baik, perhatian, pendengar yang baik, responsif. Tofik tau benar saya punya rasa ke sahabatnya ANIS. Saya minta TOFIK menceritakan ke ANIS bahwa saya penuya rasa. Tujuan saya hanya ingin tahu apakah ANIS punya rasa yang sama atau tidak. Karena mencintai, seseorang yang tidak tidak mencintai kita dan memilih orang lain aya yakin itu menyakitkan.. Saya yakin akan menangis jika saya tahu dia menikah dengan yang lain. Maka saya bermaksud menanyakan melalui TOFIK.
Ya Allah sungguh hati ini milik Mu, hamba memilih dia atas izinMu, lapangkanlah hati hamba selapang-lapangnya jika dia memang tidak memilih hamba. dan berikanlah hamba pendamping kelak yang lebih mendekatkan hamba padaMu,, tapi jika dia memang pilihanMu untuk hamba jadikanlah rasa hamba ini untuknya atas namaMu,, jadikanlah dia imam yang mampu membimbing hamba untuk lebih dekat dengan Mu.. Amin...
Haram-haramkah aku
Bila hatiku jatuh cinta
Tuhan pegangi hatiku
Biar aku tak jadi melanggar
Aku cinta pada dirinya
Cinta pada pandang pertama
Sifat manusia ada padaku
Aku bukan Tuhan
*
Haram-haramkah aku
Bila aku terus menantinya
Biar waktu berakhir
Bumi dan langit berantakan
**
Aku tetap ingin dirinya
Tak mungkin aku berdusta
Hanya Tuhan yang bisa jadikan
Yang tak mungkin menjadi mungkin
Reff:
Aku hanya ingin cinta yang halal
Di mata dunia juga akhirat
Biar aku sepi aku hampa aku basi
Tuhan sayang aku
Aku hanya ingin cinta yang halal
Dengan dia tentu atas ijinNya
Ketika cinta bertasbih
Tuhan beri aku cinta
Ku menanti cinta…
#Haramkah-Melly Goeslow